Sedekahbaitullah.com – Sejarah Maqam Ibrahim adalah kisah penting dalam Islam yang menjelaskan tentang jejak kaki Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang berada di dekat Ka’bah. Tempat ini menjadi saksi perjuangan beliau dalam membangun Baitullah bersama putranya, Nabi Ismail ‘alaihis salam.
Maqam Ibrahim bukan sekadar batu biasa, melainkan memiliki nilai spiritual yang tinggi karena terdapat jejak kaki Nabi Ibrahim yang masih bisa dilihat hingga saat ini.
Sejarah Maqam Ibrahim

Sejarah Maqam Ibrahim bermula ketika Nabi Ibrahim ‘alaihis salam membangun Ka’bah. Saat bangunan semakin tinggi, beliau menggunakan sebuah batu sebagai pijakan untuk melanjutkan pembangunan.
Dengan kuasa Allah SWT, batu tersebut menjadi tempat berpijak yang kokoh dan meninggalkan bekas telapak kaki Nabi Ibrahim yang dapat disaksikan hingga sekarang.
Allah SWT berfirman:
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): ‘Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami). Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 127)
Dilansir dari NU Online, Maqam Ibrahim bukanlah makam atau tempat kuburan Nabi Ibrahim, tetapi sebuah batu yang digunakan sebagai pijakan beliau saat membangun Ka’bah. Hal ini ditegaskan bahwa istilah “maqam” sendiri berarti tempat berpijak, bukan makam dalam arti kuburan.
Keutamaan Maqam Ibrahim
Dalam sejarah Maqam Ibrahim, dijelaskan bahwa tempat ini memiliki keutamaan besar. Allah SWT menyebutnya sebagai salah satu tanda kebesaran-Nya dan menganjurkan umat Islam untuk menjadikannya sebagai tempat shalat.
Allah SWT berfirman:
فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا
“Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi aman…”
(QS. Ali ‘Imran: 97)
Allah SWT juga berfirman:
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
“Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.”
(QS. Al-Baqarah: 125)
Ayat ini menjadi dasar disyariatkannya shalat sunnah dua rakaat setelah tawaf di belakang Maqam Ibrahim.
Makna Spiritual Maqam Ibrahim
Sejarah Maqam Ibrahim tidak hanya berkaitan dengan sejarah fisik, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam. Tempat ini menjadi simbol ketaatan, perjuangan, dan keteguhan iman Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Jejak kaki yang tertinggal menjadi bukti nyata bahwa perjuangan dalam kebaikan akan selalu dikenang dan dimuliakan oleh Allah.
Setiap jamaah haji dan umrah yang melaksanakan shalat di dekat Maqam Ibrahim sejatinya sedang mengingat kembali perjuangan Nabi Ibrahim serta meneladani keikhlasannya dalam beribadah.
Penutup
Sejarah Maqam Ibrahim mengajarkan kita tentang keikhlasan dan keteguhan iman dalam beribadah. Dengan memahami kisah ini, semoga kita semakin meningkatkan keimanan dan kerinduan untuk bisa mengunjungi Baitullah.
Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita menuju Tanah Suci dan memberikan kesempatan untuk beribadah di dekat Maqam Ibrahim.
Baca Juga: Sejarah Hajar Aswad, Batu Mulia dari Surga yang Penuh Keistimewaan!
Penulis: Santi Puspita Ningrum







