Sedekahbaitullah.com – Rukun umrah merupakan tahapan ibadah umrah yang tidak boleh ditinggalkan oleh jamaah serta dilakukan secara berurutan (tertib) sesuai syariat Islam. Semua rukun umrah wajib dilaksanakan tanpa terkecuali.
Sama dengan ibadah lain, jika salah satu rukun ada yang terlewatkan maka ibadah tersebut dianggap tidak sah. Nah agar umrahmu tidak sia-sia, yuk simak ulasan artikel berikut mengenai rukun umrah!
5 Rukun Umrah
Rukun umrah terdiri dari 5 tahapan antara lain:
1. Ihram
Ihram adalah rukun pertama yang menandai dimulainya rangkaian ibadah umrah dengan niat dalam hati dan dianjurkan juga untuk diucapkan secara lisan. Sebelum berniat, jamaah umrah harus sudah menggunakan pakaian ihram terlebih dahulu.
Jamaah wajib berniat umrah di miqat yang telah ditentukan sesuai dengan lokasi kedatangan. Ketika memasuki ihram, jamaah harus menjaga diri dari semua larangan ihram seperti tidak menggunakan wewangian, berhubungan suami-istri, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Persiapan Penting Sebelum Berangkat Umroh dan Haji yang Perlu Diperhatikan!
2. Tawaf
Rukun ibadah umrah kedua yaitu tawaf, mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran yang dimulai dari garis sejajar Hajar Aswad disisi kiri jamaah. Perintah tawaf termuat dalam firman Allah QS. Al-Hajj 29 yang berbunyi,
وَلْيَطَّوَّفُوْا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
“Dan hendaklah mereka thowaf dengan mengelilingi Ka’bah”.
Ketika melakukan tawaf, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak membaca talbiyah, dzikir, dan istighfar.
3. Sa’i
Sa’i adalah berjalan atau berlari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak 7 kali. Dimulai dari Shafa sampai Marwah terhitung satu kali kemudian jalan dari Marwah ke Shafa terhitung sekali pula.
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah 158 yang artinya,
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya.” (QS Al-Baqarah: 158).
Bagi jamaah yang tidak mampu secara fisik seperti lansia ataupun uzur lainnya maka sa’I diperbolehkan dengan menggunakan bantuan kursi roda.
4. Tahallul
Tahallul adalah mencukur atau menggunting rambut sebagai tanda bahwa jamaah telah keluar dari keadaan ihram. Adapun jumlah rambut yang dicukur minimal sebanyak 3 helai, namun lebih afdolnya jika jamaah laki-laki mencukur rambut secara merata atau keseluruhan.
5. Tertib
Tertib artinya dalam melaksanakan rukun umrah harus secara berurutan dari mulai ihram sampai tahallul. Tidak boleh dilakukan dengan urutan yang tidak tepat, jika hal demikian terjadi maka dianggap tidak sah.
Itulah 5 rukun umrah yang tidak boleh ditinggalkan jamaah. Memahami rukun umrah penting bagi para calon jamaah umrah untuk memastikan ibadah berjalan dengan benar dan penuh kesadaran. Semoga tulisan ini bisa dipahami dengan baik dan bermanfaat bagi umat muslim di manapun berada.
Bagi Anda yang sedang ikhtiar atau akan menunaikan ibadah umrah maupun haji, mari barengi ibadah muliamu dengan bersedekah di sedekahbaitullah.com. Sedekah ini disalurkan langsung di baitullah untuk para tamu Allah dan masyarakat lokal yang sedang berada di kawasan Masjidil Haram.
Baca Juga: Sedekah Mushaf Baitullah Sukses Bagikan 350 Mushaf untuk Jamaah Umroh di Mekah
Penulis: Hilda Asani Mustika







